Senin, 16 Maret 2009

pavlov

TEORI IVAN PAVLOU
Ivan Pavlov seorang psikologi rusai,telah menyelidiki cara bekerjanya kelenjer ludah. Penyelidikannya ini berhasil dengan baik,sehingga pada tahun 1905, ia mendapat hadia nobel untuk ilmu psikologi “refleks”. Dari hasil penyelidikannya ia ingin pula membanya kdalam ilmu jiwa,oleh karena itu,maka ilmu jiwanya disebut psychorefleksologie,yang sebenarnya lebih tepat psysiorefksologie.
Pada terakhir abad ke-19 dan tahun permulaan abad ke-20. pavlou dan kawan-kawannya mempelajari proses pencernaan pada anjing. Selama penelitian mereka memperhatikan perubahan dalam waktu dan kecepatan pengeluaran air liur. Dalam eksperimen-eksperimen ini pavlou dan kawan-kawannya menunjukan bagaimana belajar dapt mempengaruhi perilaku yang selama ini disangka refleksiri dan tidak dapat dikendalikan, seperti pengeluaran air liur. Alat-alat yang digunakan dalam berbagai eksperimen-eksperimen memperlihatkan bagai mana pavlou dan kawan-kawannya dapat mengamati secara teliti menguat respon-respon subjek-subjek dalam eksperimen-eksperimen itu. Penekanan yang diberikan pavlou pada obserpasi dan pengukura yang teliti, dan eksplorasinya secara sistematis tentang berbagai aspek-aspek belaja, menolong kemajuan studi ilmiah tentang belajar. Tetapi penemuan-penemuan pavlou hanya sedikit diterapkan pada belajar disekolah.
Pecobaan-percobaan yang dilakukan pavlou dan kawan-kawannya adalah sebagai berikut:
“Seekor anjing dibiarkan lapar, dimasukkan kedalam kandang tetapi diusahakan agar anjing itu dengan mudah dapat melihat peransang (makanan) yang diberikan oleh pencoba, yang diletakkan diluarkandang, dan diusahan agar air liur anjing yang keluar kalau ia meransang dapat ditampung dan diukur dengan teliti. Percobaan itu diulang disebuah kamar yang gelap, bersama dengan peransang makanan itu, sipencoba memancarkan seberkas cahaya terang. Anjing itu tetap bereaksi refleksif dengan air liurnya, dan ternyata liur itu sama banyak pula. Percobaan ini dilakukan kembali, sekarang peransang yang diberikan kepada anjing itu hanya seberkas cahaya saja, yang berwarna merah. Anjing itu tetap bereaksi dengan kekuatan yang sama, meskipun peransang hanya cahaya, tetapi apabila peransang itu diganti dengan seberkas cahaya hijau, maka anjing itu tidak bereaksi apa-apa”.
Dari percobaan pavlou dan kawan-kawannya menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Peransang bersyarat (peransang buatan, peransang tidak wajarpun) dapat menimbulkan reaksi bersyarat (tidak wajar) yang sama kuatnya dengan peransang wajar. Reaksi yang timbul itu bersifat refleksif, maka itu refleks ini disebut reflek bersyarat
2. Kelenjer-kelenjer yang lainpun dapat bereaksi bersyarat pabila dicoba berulang-ulang secara teratur (didresur).
3. Dengan didresur maka binatang dapat menarik, melihat warna dan sebagainya seperti perubahan-perubahan manusia
4. Ilmu jiwa yang berobjekkan kesadaran tentu tidakakan berhasil baik dikemudian hari, dia harus berobjekkan kepada segala yang tampak oleh indara dari luar.
Jadi psychorefleksologie, hanya berobjek kepada apa yang tampak dari luar,yaitu tingkah laku,maka dari itulah ia mempercepat perkembangan Behariourisme di Amerika.

Tidak ada komentar: