Sabtu, 08 November 2008

pupuk organik

Keunggulan dan Kekurangan Kompos

Pupuk organik mempunyai sangat banyak kelebihan namun juga memiliki kekurangan bila dibandingkan dengan pupuk buatan atau kimi (anorganik).

Kekurangan

1. Kandungan unsur hara jumlahnya kecil, sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak bila dibandingkan dengan pupuk anorganik.
2. Karena jumlahnya banyak, menyebabkan memerlukan tambahan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya.
3. Dalam jangka pendek, apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara, pemberian pupuk organik yang membutuhkan jumlah besar sehingga menjadi beban biaya bagi petani. Sementara itu reaksi atau respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak se-spektakuler pemberian pupuk buatan.

Keunggulan

1. Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan (anorganik).
2. Pupuk organik mengandung asam - asam organik, antara lain asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman maupun lingkungan dan mikroorganisme.
3. Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah.
4. Memperbaiki dan menjaga struktur tanah.
5. Menjadi penyangga pH tanah.
6. Menjadi penyangga unsur hara anorganik yang diberikan.
7. Membantu menjaga kelembaban tanah
8. Aman dipakai dalam jumlah besar dan berlebih sekalipun
9. Tidak merusak lingkungan.

Selanjutnya bagian 9, Pembuatan Kompos Yang Sederhana dan Praktis


Organic Manure (Pupuk Organik)
Written by Administrator 2008-06-12 02:46:23

Selama ini para petani telah banyak memanfaatkan bahan organik sebagai pupuk di lahan pertanian, karena bahan tersebut merupakan bahan yang cepat melapuk. Salah satu contoh bahan organik yang digunakan antara lain kotoran hewan (sapi, kambing, ayam, dll) dan limbah pertanian.

Dengan munculnya berbagai pupuk alternatif dan untuk menunjang pembangunan pertanian yang ramah lingkungan, maka scat ini digalakan pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan pembuatan pupuk organik, bahkan beberapa petani/swasta telah mencanangkan adanya pertanian organik. Pada saat ini banyak dijumpai berbagai merk dagang pupuk organik yang dijual dipasaran.

Pupuk organik dapat berupa pupuk kandang, kompos dan campuran keduanya. Kunci pokok dalam pemilihan pupuk kandang adalah tingkat kematangan, perbandingan Carbon dan Nitrogen (C/N) dan kandungan unsur hara. Pupuk kandang selain berfungsi untuk memperbaiki sifat tanah juga sebagai sumber unsur hara walaupun dalam jumlah kecil. Dengan sifat fisik tanah yang balk, maka tanaman menjadi lebih subur karena leluasa dalam pengambilan unsur hara.

Sedangkan kelebihan kompos yang dibuat dengan memanfaatkan aktif atau mikroba adalah mengandung mikroba yang berfungsi untuk melindungi tanaman dari serangan hams dan penyakit. Beberapa contoh kompos yang dibuat dengan menggunakan mikroba decomposer/pengurai antara lain: Bokashi, Fine Compost dan Kompos Bioaktif.

Dari hasil percobaan yang telah dilakukan oleh IP2TP Jakarta selama + 3 minggu menunjukkan data bahwa C/N ratio dari

* Fine Compost 26
* Kompos Bioaktif 20

Sedangkan pada Bokashi Arang Sekam setelah disimpan selama 4 minggu C/N rationya sebesar 20.

Bokashi adalah pupuk organik hasil fermentasi bahan organik dengan menggunakan EM, (yang dimaksud dengan EM Q yaitu suatu campuran mikro organisme yang bermanfaat untuk meningkatkan keaneka-ragaman mikroba dari tanah maupun tanaman, serta berfungsi untuk meningkatkan kesehatan tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman).

Disekitar lingkungan kita banyak bahan organik yang dapat digunakan sebagai bahan utama untuk pembuatan bokashi, antara lain jerami, pupuk kandang, arang sekam, pupuk hijau, serbuk gergaji dan lain-lain. Pupuk organik ini telah banyak diusahakan oleh perorangan maupun swasta, bahkan sudah banyak dipasarkan di sekitar wilayah Jakarta. Beberapa macam bokashi antara lain bokashi jerami, bokashi pupuk kandang dan bokashi ekspres.

Sedangkan cars pembuatan masing-masing bokashi tersebut seperti yang dijelaskan berikut ini:



1. BOKASHI JERAMI

Bahan - Bahan:

* Jerami padi 1 bagian · Bekatul 1 bagian · Sekam padi 1 bagian · EM 4 10 s/d 20 cc
* Molase 10 s/d 20 cc
* Air 10 liter


Cara Pembuatan:

* Buat formula dasar dengan mencampur air, molase dan EM 4.
* Campurkan semua jerami padi, sekam dengan formula dasar, kemudian tambahkan bekatul, sambil diaduk rata dengan tingkat kebasahan 50% (bila diremas dengan tangan, air tidak sampai menetes ).
* Fermentasikan bahan campuran tersebut pads karung goni dan diletakkan diatas jerami (untuk mencegah basah dari lantai), kemudian dilipat dan
* Setelah 5 jam suhunya diukur, apabila suhu mencapai 40°-50°C, bahan campuran harus diaduk dan diratakan untuk menurunkan suhu (pengukuran suhu dilakukan setiap 5 jam sekali).
* Bokashi yang baik akan terbentuk setelah 3 - 4 hari fermentasi, ciri-cirinya suhunya stabil dan berbau sedap.


2. BOKASHI PUPUK KANDANG

Bahan - Bahan:

* Pupuk kandang 1 bagian
* Bekatul 1 bagian
* Sekam 1 bagian
* EM Q 10 – 20 cc
* Molase 10 – 20 cc
* Air 10 liter

Cara Pembuatan:

Proses pembuatan bokashi pupuk kandang sama dengan proses pembuatan bokashi jerami.



3. BOKASHI EKSPRES

Bahan - Bahan:

* Jerami kering 10 bagian
* Bokashi pupuk kandang 1 bagian
* Bekatul 0.5 bagian
* EM4 10 – 20 cc
* Molase 10 – 20 cc
* Air 10 liter


Cara Pembuatan:

* Campurkan air, EM 4 dan molase sebagai formula dasar.
* Basahkan jerami dengan formula dasar.
* ambahkan bekatul dan bokashi, kemudian letakkan diatas lantai setinggi 20 - 30 cm selanjutnya ditutup dengan karung goni.
* Setelah 18 jam diaduk untuk menstabilkan suhunya dan ditutup lagi selama 6 jam.
* Apabila campuran tersebut suhunya masih tinggi, diaduk lagi untuk menurunkan suhu.
* Proses pembuatan bokashi ekspres hanya memakan waktu 1 hari.


4. FINE COMPOST

Fine compost adalah pupuk organik yang dibuat dari limbah pertanian yang proses dekomposisinya menggunakan stardec. Pupuk ini bebas dari biji-biji gulma, bakteri pathogenik dan tidak berbau busuk.

Bahan - Bahan:

* Jerami/rumput/hijauan lain (60 kg)
* Pupuk kandang (40 kg)
* Stardec 1/4 kg


Cara Pembuatan:

* Tempatkan bahan kompos tersebut pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/ hujan dan aduk hingga merata.
* Taburkan stardec hingga merata pada bahan kompos dan simpan dengan ketinggian minimal 100 -150 cm. Selama proses pengomposan bahan tersebut harus tetap basah (kadar air 50 -60 %).
* Pembalikan dilakukan satu minggu sekali dan proses ini memerlukan waktu 3 minggu.


5. KOMPOS BIOAKTIF

Pupuk organik kompos bioaktif ini dibuat dari limbah pertanian padat (tandan kosong kelapa sawit, sisa pangkasan teh, kulit buah kakao, jerami padi, batang jagung, dll.) yang proses dekomposisinya menggunakan orgadec. Orgadec adalah aktivator pelapukan, bukan penghancur sehingga hasil pengomposan tidak hancur dan banyak dipergunakan oleh perkebunan besar.


Bahan - Bahan:

* Bahan organik segar dicacah dengan ukuran 2,5 - 5 cm dengan volume minimal 1 m3 (jika menggunakan jerami sebanyak 100 -200 kg).
* Untuk 100 kg bahan organik lunak (jerami/batang jagung/dawn/rumput) diperlukan orgadec sebanyak 1/2 kg, sedangkan 100 kg bahan berkayu diperlukan 1/4 kg orgadec.

Cara Pembuatan:

* Aduk orgadec dengan bahan organik secara merata.
* Masukkan'/4 m3 ke dalam kotak berfentilasi kemudian disiram air sampai kadar air mencapai 50%, masukkan lagi '/a bagian dan siram air lagi, begitu seterusnya hingga mencapai ketinggian 100 cm. Simpan bahan kompos ini ditempat yang terlindung dari sinar matahari dan hujan, serta hindari kontak langsung dengan tanah.
* Tutuplah tumpukan bahan kompos tersebut dengan lembaran plastik transparan, biarkan selama 2-4 minggu. Pembalikan kompos dilakukan setelah dua minggu, ditandai dengan terjadinya penyusutan volume kurang dari 20%.



Ciri-ciri pupuk organik yang baik:

* Warna coklat kehitaman
* Suhu awal relatif sama dengan akhir dari pengomposan
* Volume minimal menyusut 20
* Berbau harum dan tidak menyengat
* Analisis C/N rationya kurang 30.

Tidak ada komentar: