Rabu, 22 Oktober 2008

nama protein dan fungsinya

1. Tyrosine dan Tryptophan merupakan dua jenis asam amino yang memiliki peran penting untuk mendukung perkembangan otak yang optimal. Tyrosine adalah asam amino penting yang meningkatkan fungsi otak untuk menyerap informasi sedangkan Tryptophan adalah asam amino penting yang meningkatkan fungsi otak untuk memproses informasi dalam otak.Tyrosine adalah asam amino yang membentuk neutrotransmiter cathecolamine, yang berfungsi untuk menimbulkan keadaan terjaga, sementara Tryptophan merupakan senyawa yang kemudian terbentuk menjadi serotonin dan melatonin yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas tidur. Saat terjaga terjadi perkembangan otak melalui stimulasi exogenous, sedangkan waktu tidur yang cukup akan meningkatkan perkembangan otak melalui stimulasi endogenous dan konsolidasi memori.
2. L-methionine berfungsi dalam jalur biosintesa ethyline berpengaruh sebagai stimulator terjadinya proses xylogenesis
3. L-asparagine digunakan oleh Green dan Phillips (1974) untuk merangsang regenerasi dalam kultur jaringan jagung. Penambahan asparagin dan alanin merangsang pembentukan pucuk dalam kultur Torenia
4. Glycine merupakan asam amino yang ditambahkan sejak tahun 1939, setelah White menunjukkan bahwa dalam kultur tomat, penambahan Glycine lebih baik daripada ekstrak ragi. Glycine dengan konsentrasi 2 mg/l merupakan komposisi tetap dalam banyak formulasi media. Linsmaier dan Skoog pada tahun 1965 menemukan bahwa glycine tidak memacu pertumbuhan kalus tembakau.

Lysine dan threonine merupakan asam amino yang harus digunakan secara hati-hati, karena dapat menghambat pertumbuhan walaupun pada konsentrasi yang rendah. Kedua asam amino tersebut mempunyai efek co-operasi dalam penghambatan seperti diulas oleh George dan Sherrington (1984). Sebaiknya tidak menambahkan keduanya bersama-sama. Ada beberapa asam amino saling antagonis terhadap sesamanya, seperti phenylalanine dan tyrosine, L-leucine dan L-valine, L-argine dan L-lysine.
5.Histidine, penting untuk pertumbuhan fisik dan mental yang sempurna, sebagai penyembuh diketahui dapat menanggulangi penyakit rematik.
6.Isoleucine, penting bagi pertumbuhan bayi dan keseimbangan nitrogen bagi orang dewasa.
7.Leucine, penting untuk pertumbuhan.
8.Lysine, dapat menolong menyembuhkan penya-kit herpes kelamin.
9.Methionine, diperlukan bagi produksi sulfur, menjaga kenormalan metabolisme, dan merangsang serotonin sehingga dapat menghilangkan kantuk.
10.Phenylalanine, dibutuhkan untuk produksi tyrosine yang penting bagi pertumbuhan.
11.Threonine dan Valine, menyeimbangkan nitrogen.
12.Tryptophan, untuk produksi serotonin pada otak.
13.L- alanine : Terdapat dalam metabolisme glukosa (karbohidrat sederhana yang digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi
14 L- aspartic acid : meningkatkan stamina dan ketahanan tubuh, meningkatkan resistensi (kekebalan) tubuh terhadap kelelahan, membantu melindungi dari system syaraf sentra dan menjaga kesehatan liver
15. L- arginine : Membantu meningkatkan kadar alamiah hormone prtumbuhan (HGH), system imun, metabolisme lemak, membentuk masa otot, serta membantu terapi infeksi HIV dan gangguan hati, anti kanker dan tumor. Tidak disarankan bagi anak-anak & remaja karena bisa menimbulkan perubahan bentuk tulang.
16. L- cystine : asam amino yg mengandung sulfur yg diperlukan untuk pembentukan sel darah putih yg fungsinya sebagai salah satu imun. Sumber dari makanan : kedelai, pisang, kurma, daging, telur & susu
17. L- Glutamin acid : Bermanfaat untuk mencegah demensia (pikun) dan meningkatkan daya ingat
18. Glycine : Tergolong asam amino non esensial (dpt dibentuk oleh tubuh berfungsi untuk menunda penurunan fungsi otak, baik untuk detoksifikasi racun dalam tubuh
19.L- histidine : diperlukan pada saat pertumbuhan untuk memperbaiki jaringan tubuh dan mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yg diproses di dalam hati. Sumber dari makanan : pisang, anggur, daging (ayam/sapi), susu dan sayuran hijau.
20• L- leucine : meningkatkan serta menjaga kesehatan tulang, kulit dan otot, mempunyai peran penting dalam proses produksi energi tubuh terutama dalam mengontrol sintesa protein.
21• L- lysine : Asam amino ini menghambat pertumbuhan virus, meningkatkan hormone pertumbuhan, perbaikan jaringan serta produksi antibody, hormone dan enzim.
22• L- methionine : membantu tubuh mengatur pasokan protein berlebih dalam diet tinggi protein, membantu menyerap lemak dan kolesterol.
23• L- phenylalanine : asam amino yg bertugas mengontrol berat badan karena efeknya yg mengatur sekresi kelenjar tyroid dan menekan nafsu makan.
24• L- proline : mampu menjaga tekstur kulit denganmeningkatkan produksi kolagen dan mengurangi terjadinya kehilangan kolagen akibat proses penuan dini. Juga membantu dalam memperkuat struktur tulang rawan, sendi, tendon dan otot jantung
25• L- serine : berguna untuk menjaga keseimbangan metabolisme lemak dan asam lemak, pertubuhan sel otot serta meningkatkan imunitas tubuh karena terlibat dalam produksi immunoglobulin dan antibodi
26• L- threonine : mencegah dan mengobati penyakit gangguan mental, bekerja pada system pencernaan, dan melindungi hati.
27• L- tryptophan : fungsinya dalam proses pembekuan darah dan pembentukan cairan pencernaan, mengendorkan saraf dan membantu proses tidur.
28• L- valine : mempertahankan masa otot, menjaga keseimbangan nitrogen dalam tubuh serta membantu dalam terapi gangguan hati dan kandungan empedu, bagus dan diperlukan dalam pertumbuhan dan penampilan terutama dalam system saraf dan pencernaan. Manfaat valine untuk membantu gangguan saraf otot, mental dan emotional, insomnia, dan keadaan gugup.
29• L- tyrosine : berguna untuk pertumbuhan sel-sel serta meningkatkan imunitas tubuh dan antibodi
30• L- isoleucine : Diperlukan dalam produksi dan penyimpanan protein dalam tubuh, dan pembentukan hemoglobin juga berperan dalam metabolisme dan fungsi kelenjar timus dan kelenjar pituitary.

Jumat, 17 Oktober 2008

Ubur-uburlah yang telah mengubah hidup Shimomura seberuntung sekarang

Osamu Shimomura tak pernah lupa pada sejarah yang telah ia buat. Saat itu, pada musim panas 1961, ia me­nyusuri pantai barat Amerika Utara. Bersama tiga kawannya, Shimomura membawa Volkswagen dengan peralatan la­boratorium lengkap, berburu ubur-ubur. Mereka terpesona pada ubur-ubur cantik Aequorea Victoria yang memancarkan warna hijau benderang.

Shimomura datang jauh dari Universitas Nagoya, Jepang. Di kepala ahli kimia organik yang berusia 33 tahun itu berkecamuk pertanyaan, apa sesungguhnya yang menyebabkan tubuh ubur-ubur bisa berkilau kehijauan di bawah siraman matahari? Baru setahun kemudian ia menemukan jawab: ubur-ubur berpijar lantaran memiliki senyawa protein yang berwarna hijau.

Penemuan green fluorescent protein (GFP), nama protein itu, tampaknya hanya akan mengendap sebagai sejarah masa lalu Shimomura, sampai kemudian Komite Nobel membuat kejutan untuknya pada pekan lalu. Shimomura bersama Martin Chalfie dan Roger Y. Tsien terpilih sebagai pemenang hadiah Nobel Kimia 2008. Ketiganya berbagi rata atas hadiah uang tunai 10 juta kronar atau lebih dari Rp 13 miliar.

”Sebenarnya saya sudah merasa puas ketika menemukan protein itu. Sekarang kebahagiaan saya bertambah lengkap,” ucap Shimomura, yang kini berusia 80 tahun. Ia menjabat profesor emeritus di Marine Biological Labo­ratory dan Boston University Medical School di Amerika Serikat.

Protein hijau temuan Shimomura itu telah memberikan inspirasi yang luar biasa bagi para ahli biokimia dunia. Mereka mengembangkan protein bersinar itu sebagai alat bantu paling pen­ting untuk biosains kontemporer. Jika protein hijau itu dilekatkan pada protein lain atau pada suatu struktur dalam sel, para peneliti akan bisa mengamati bagaimana mesin sel yang kompleks itu bekerja.

Berkat protein itu, yang difasilitasi teknologi deoxyribonucleic acid (DNA), para peneliti bisa mengikuti proses dalam tubuh yang sebelumnya tak terlihat. Proses itu seperti perkembangan sel-sel saraf di otak atau bagaimana sel kanker menyebar.

Warna hijau pada protein ini berpe­ran sebagai penanda pergerakan sel itu. Ia seperti tato yang mengikuti ke mana pun tubuh bergerak. Dengan tanda warna yang jelas itu, para peneliti bisa dengan mudah menginformasikan apa yang salah dengan sel atau tubuh kita ketika terjadi infeksi penyakit.

Dalam setiap makhluk hidup tersimpan puluhan ribu protein yang beragam. Protein ini mengendalikan proses ki­mia penting secara detail. Bila mesin protein ini malfungsi, biasanya disusul dengan jatuh sakit. Itu sebabnya, biosains kini amat berambisi memetakan berbagai protein yang ada dalam tubuh.

Dunia kedokteran sejauh ini telah mendapat manfaat dari temuan protein ubur-ubur itu. Para peneliti mulai bisa meraba adanya kerusakan sel saraf dalam penyakit alzheimer. Protein hijau ini pula yang mengungkap bagaimana jumlah sel beta yang diproduksi insulin meningkat dalam pankreas sebuah embrio yang sedang berkembang.

”Teknologi ini telah sungguh-sungguh mengubah riset kedokteran,” ujar John Frangioni, doktor di bidang radiologi dan kedokteran di Harvard Medical School. ”Untuk pertama kalinya para ilmuwan dunia bisa melakukan studi gen dan protein sekaligus dalam sel dan organisme hidup,” ucapnya.

Setelah Shimomura, Martin Chalfie, 51 tahun, adalah peneliti yang mengembangkan lebih jauh protein bersinar itu. Profesor neurobiologi di Universitas Columbia, Amerika Serikat, ini berhasil membuat sel-sel saraf milik cacing renik bersinar hijau terang dengan GFP.

Keberhasilan eksperimen pada 1992 itu terhitung penting. Jika dapat ditempelkan pada saraf cacing, bukan mustahil akan berhasil pula pada eksperimen hewan tikus. Tahun lalu terbukti para peneliti di Harvard sukses menandai sel otak tikus dengan 90 warna berbeda berdasarkan fungsinya masing-masing. ”Brainbow”, begitu mereka menyebut eksperimen itu. Komite Nobel menyebut eksperimen mutakhir itu ”spektakuler”.

Komite Nobel menelepon Chalfie pada Rabu pagi pekan lalu, tapi ia tak mendengar dering telepon penting itu. Chalfie rupanya memasang moda ”silent” pada ponselnya. Ia baru tahu mendapat hadiah Nobel setelah membuka sebuah situs Internet.

Sebaliknya Roger Y. Tsien, 56 tahun, telah lebih dulu mendengar rumor dari teman-temannya bahwa ia akan mendapat hadiah Nobel, tapi untuk bidang kedokteran. Maklumlah, ia selama ini lebih banyak tenggelam dalam riset kanker. Maka, ketika nama profesor pada Universitas California, San Diego, itu tak disebut Komite Nobel Kedokteran, ia pun menganggap angin lalu pengumuman Nobel Kimia. Ternyata nama Tsien kini tercantum.

Tsien adalah orang yang paling dipuji Chalfie. Ia disebut sebagai orang di belakang suksesnya eksperimen Brainbow. Dalam sebuah percobaan yang spektakuler, ia sukses mengikat beragam sel saraf otak tikus dengan bermacam warna GFP. Tsien menemukan warna-warni selain hijau. ”Tsien sungguh membuatnya jadi alat yang berguna untuk banyak umat,” puji Chalfie.

Shimomura, Chalfie, dan Tsien adalah para pelukis sel di kanvas biokimia. Bak seorang perupa, mereka menguaskan cat warna-warni pada ribuan protein dan sel untuk membaca karakter sel setiap makhluk hidup. Kelak, berkat temuan mereka, misteri penyakit seperti kanker dan HIV mungkin akan terpecahkan.

Inilah temuan terbesar pertama tentang spesies ubur-ubur. Pada Mei lalu, sejumlah ilmuwan dari Universitas Brown, Amerika, menemukan bahwa ubur-ubur—ubur-ubur sisir (comb jelly)—ternyata lebih dulu ada daripada spons, yang selama ini dicap sebagai hewan pertama di dunia. Para ilmuwan membandingkan data DNA berbagai jenis hewan dan menyusun pohon genetika. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa ubur-ubur sisir menempati puncak pohon genetika.

Ubur-uburlah yang telah mengubah hidup Shimomura seberuntung sekarang. Ia jelas tak akan pernah lupa pada sejarah yang ia torehkan hampir setengah abad silam.

Telur Asin, Asin Tapi Berkalsium Tinggi

Nilai Gizi
Dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada vagian kuning telur, 17%, sedangkan bagian putihnya terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.

Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan bagian putihnya 11&. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat.

Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak. Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35%, sedangkanm di bagian putihnya tidak ada sama sekali. lemak pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida (umumnya berupa lesitin), dan kolesterol.

Fungsi trigliserida dan fosfolipida bagi tubuh adalah sebagai sumber energi, satu gram lemak menghasilkan 9 kilo kalori energi. Lemak dalam telur berbentuk emulsi (bergabung dengan air), sehingga menjadi lebih mudah dicerna.

nama-nama protein dalam telur ayam

Nutrisi per 100 gr telur rebus :

Protein dan asam amino :



Total Protein 12.6 g 25%



Tryptophan 153 mg

Threonine 604 mg

Isoleucine 686 mg

Leucine 1075 mg

Lysine 904 mg

Methionine 392 mg

Cystine 292 mg

Phenylalanine 668 mg

Tyrosine 513 mg

Valine 767 mg

Arginine 755 mg

Histidine 298 mg

Alanine 700 mg

Aspartic acid 1264 mg

Glutamic acid 1644 mg

Glycine 423 mg

Proline 501 mg

Serine 936 mg



Vitamin :

Vitamin A 586 IU 12%

Vitamin D belum ditentukan

Vitamin E 1.0 mg 5%

Thiamin 0.1 mg 4%

Riboflavin 0.5 mg 30%

Vitamin B6 0.1 mg 6%

Folate 44.0 mcg 11%

Vitamin B12 1.1 mcg 19%

Pantothenic Acid 1.4 mg 14%



Mineral :

Calcium 50.0 mg 5%

Iron 1.2 mg 7%

Magnesium 10.0 mg 2%

Phosphorus 172 mg 17%

Potassium 126 mg 4%

Sodium 124 mg 5%

Zinc 1.1 mg 7%

Selenium 30.8 mcg 44%

Fluoride 4.8 mcg



Lain-lain :

Total asam lemak Omega-3 78.0 mg

Total asam lemak Omega-6 1188 mg

Air 74.6 g

jenis-jenis protein

Apakah Alfa Protein itu?

Salah satu nutrisi ‘emas’ yang terkandung dalam ASI dan membuat ASI menjadi sangat special, adalah Alfa laktalbumin, atau juga biasa disebut dengan alfa protein.

Dalam ASI terdapat 2 jenis protein, yaitu Whey dan Kasein. Whey protein merupakan jenis protein susu yang lebih mudah dicerna karena bentuknya yang lebih lembut. Sedangkan kasein adalah jenis protein susu yang lebih sulit dicerna, terutama oleh bayi dan anak, karena bentuknya yang lebih padat. Tidak seperti susu sapi yang memiliki 20% whey dan 80% kasein, ASI memiliki 60% Whey dan 40% Kasein. Alfa protein merupakan jenis protein terbanyak yang terdapat dalam whey protein ASI.

Jenis whey protein lain yang terdapat dalam susu sapi adalah beta-laktoglobulin, yang merupakan jenis protein yang berpotensi untuk menyebabkan alergi pada bayi dan anak-anak. Beta-laktoglobulin ini justru tidak terdapat dalam ASI tapi banyak terdapat dalam susu sapi.

Alfa protein merupakan protein utama yang terdapat fraksi Whey dalam ASI (22% dari total protein). Alfa protein juga merupakan sumber asam-asam amino esensial yang tidak bisa dibuat dalam tubuh manusia. Salah satu asam amino esensial yang banyak terdapat dalam Alfa protein adalah asam amino triptopan yang salah satu fungsinya adalah untuk mengatur pola-pola kehidupan anak seperti pola tidur.

MANFAAT ALFA PROTEIN

Meningkatkan daya cerna protein sehingga mudah diserap tubuh.
Menurunkan risiko terjadinya intoleransi karena protein susu.
Sumber asam amino (pembentuk protein) untuk membantu tumbuh kembang bayi dan anak.
Membantu meringankan kerja ginjal untuk mencerna protein.
Sumber asam amino triptophan (asam amino esensial) yang berperan dalam mengatur pola tidur bayi dan anak.
Membantu meningkatkan bakteri baik dalam saluran pencernaan dan bisa membantu mengurasi risiko terjadinya infeksi karena bakteri.









© 2008 Wyeth
Please read our Privacy Policy and Terms and Conditions
This site is intended only for residents of Indonesia